Betun, KontasMalaka.com, Tanaman jambu mete belum begitu diminati warga Kabupaten Malaka. Akan tetapi, jambu mete sangat memacu kehidupan ekonomi masyarakat karena harga pasaran yang menjanjikan.

Kadis Pertanian Kabupaten Malaka, drh. Yanuaria Maria Seran dalam laporannya saat penanaman simbolis jambu mete di Desa Webetun Kecamatan Rinhat, Kamis (14/3/24) mengatakan sudah ratusan hektar lahan yang ditanami jambi mete. Jambu mete ditanam, karena bijinya laris pasaran dengan kisaran harga Rp 12. 000 hingga Rp 13. 000.

Karena demikian, kata Kadis Yeni pada tahun 2022 telah dialokasi 65 hektar yang ditanam enam kelompok tani (poktan) yang tersebar di delapan desa pada enam kecamatan. Sedangkan, pada tahun 2023 dialokasikan 150 hektar yang dikerjakan 16 poktan di 13 desa pada 7 kecamatan. “Dan untuk tahun 2024 ini, kita alokasikan 100 hektar. Jadi totalnya sekitar 415 hektar,” lanjutnya.

Dikatakan, jambu mete sebagai tanaman umur panjang yang produktif dan bernilai ekonomis. Sehingga, selain bercocok tanam, petani bisa menanam agar hasilnya dijual untuk mendorong perekonomian Malaka.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH mengatakan pemerintah desa dan masyarakat bekerja keras untuk menjawab kebutuhan dasar. Program 3K (kebun, kandang, kolam) harus dikerjakan. Selain itu, bisa mengerjakan yang lain seperti menanam tanam jambu mete.

Dikatakan, mungkin jambu mete yang ditanam sebentar akan disorot segelintir orang sebagai pencitraan. Tetapi, tidak benar. “Saya asli anak petani. Kalau saya masuk kebun dan kerja, itu tidak pencitraan,” kata Bupati Malaka. Sehingga, Bupati Simon mengimbau agar para petani khususnya dan masyarakat umumnya rajin bekerja, menanam dan memelihata agar tanaman apa saja bisa memberikan hasil untuk ekonomi keluarga. (pyn)