Betun, KontasMalaka.com– Kabupaten Malaka termasuk daerah yang merasakan dampak skandal dugaan korupsi penyediaan menara Base Transceiver Station (BTS) dan infrastruktur pendukung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tahun 2020-2022.

Data yang diperoleh, sarana internet gratis yang dipasang di belakang panggung Lapangan Umum Betun, beberapa waktu lalu yang memiliki nama wifi BAKTI AKSI KOMINFO belum dimanfaatkan hingga saat ini.

Wifi tersebut memiliki sinyal “penuh”, akan tetapi tidak bisa diakses. Sehingga, meski jaringan internet itu terpasang, tetapi tidak bisa dimanfaatkan hingga saat ini. Informasi yang diperoleh, belum terpakainya jaringan internet gratis itu masih berkaitan dengan urusan penyedia jaringan internet yang disebut-sebut masih dalam lingkaran kasus dugaan korupsi BTS Kementerian Kominfo yang merugikan keuangan negara Rp 8 triliyun.

Petugas PT Dwi Tunggal Putera (DTP), Much Rizky Sidik sebagai perusahaan penyedia jasa internet dalam proyek penyediaan BTS dan infrastruktur pendukung kepada wartawan, Senin (29/5/23) mengatakan kehadirannya di Malaka untuk mengecek jaringan internet BAKTI AKSI Kementerian Kominfo.

Menurutnya, sarana-sarana internet gratis itu masih digunakan atau tidak sesuai kebutuhan. “Kalau masih dibutuhkan, maka sebaiknya dibuat pernyataan tertulis tentang kebutuhan sesuai lokasinya,” kata teknisi penyedia jasa internet PT. DTP sambil menambahkan perusahaan akan memberi jaminan agar sarana internet gratis yang sudah dipasang bisa terpakai.

Kabid Aplikasi dan Informatika Dinas Kominfo Kabupaten Malaka, Tarcisius Manek Roman, S.Sos, MSi kepada wartawan mengatakan hanya mendampingi teknisi PT DTP untuk memastikan kebutuhan sarana internet gratis yang sudah terpasang. (pyn)