Betun, KontasMalaka.com– Dua program SAKTI kepemimpinan Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH masing-masing pembangunqn di bidang pendidikan dan kebudayaan mendapat perhatian baik lokal, nasional maupun mancanegara. Pengembangan dua program tersebut menembus mancanegara di antaranya Timor Leste.

Asisten Administrasi Umum Setda Malaka, Rofinus Bau, SH, MM dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama pembangunan gedung baru dan guess house SMK Santa Genoveva Malaka di Dusun Laran Desa Wehali Kecamatan Malaka Tengah, Senin (6/11/23) mengatakan walaupun Kabupaten Malaka baru saja terbentuk, pemerintah sudah berkolaborasi dan menjalin kerja sama dengan negara lain di berbagai bidang pembangunan.

Dikatakan, kolaborasi dukungan dan kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka dengan negara lain seperti Timor Leste sudah dilakukan, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan. Hari ini (Senin, 6/11/23), peletakan batu pertama pembangunan gedung sekolah sebagai wujud konsolidasi lembaga swasta dan perhatian pemerintah Timor Leste dalam mendukung pengembangan SDM di Kabupaten Malaka.

“Kita mendapat dukungan dari Timor Leste untuk membangun di bidang pendidikan. Pemerintah Timor Leste sudah mendukung,” kata Rofinus sambil menambahkan dalam waktu dekat Pemkab Malaka dan rombongan akan mengikuti festival kebudayaan perbatasan di Maliana Distric Bobonaro setelah sebelumnya mengikuti pentas seni dalam acara wondefull East Nusa Tenggara-Timor Leste di Dili, beberapa waktu lalu.

Wakil Menteri Pendidikan Timor Leste, Domingos Lopes Lemos dalam sambutannya mengatakan kerja sama Indonesia khususnya Pemkab Malaka dan Timor Leste cukup punya peluang dan potensial, karena latar belakang kehidupan dan kebudayaan yang sama. Kesamaan dalam asal usul, bahasa, budaya dan tradisi dapat memungkinkan kerja sama ini berjalan bagus dan berdampak positif.

“Kita sama, hanya beda dalam administrasi pemerintahan,” ujar Domingos dalam acara peletakan batu pertama yang dihadiri pula Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI di Dili Timor Leste, Profesor Ikhfan Haris dan Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. (pyn)