Betun, KontasMalaka.com– Output pembangunan di bidang pertanian diarahkan kepada produksi berbagai jenis komoditi dengan produk unggulan beras brand Nona Malaka dan kacang hijau Fore Lakateu. Ini pencapaian dalam masa kepemimpinan Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH. Prestasi ini mengindikasikan, Bupati Simon, perintis pembangunan pertanian Kabupaten Malaka.

Program swasembada pangan Bupati dan Wakil Bupati Malaka saat ini mendapat atensi dan dukungan baik skala lokal maupun nasional. Sejumlah kementerian di Jakarta dan perguruan tinggi dengan program dan bantuannya terus mengalir untuk mengeksekusi program swasembada pangan.

“Untuk kegiatan Kedaireka, inovasinya dapat menghasilkan produk-produk yang dirasakan langsung masyarakat seperti kacang, jagung dan lain-lain. Sangat cocok untuk program swasembada pangan,” kata Guru Besar Universitas Brawijaya Malang, Prof. Ir. Arifin Noor Sugiarto, M.Sc, P. hD, kepada wartawan, belum lama ini.

Dikatakan, program swasembada pangan dengan produk unggulan beras Nona Malaka dan Fore Lakateu tidak sebatas tujuan hasil produksi. Akan tetapi, juga menyiapkan benih mandiri. “Ini yang sementara kita kerjakan bersama beberapa kementerian dan perguruan tinggi di Kabupaten Malaka.

Anggota Komisi IV DPR RI, Johanis Fransiskus Lema dalam kegiatan reses di Betun Kabupaten Malaka, akhir pekan lalu mengatakan beras Nona Malaka dan Fore Lakateu sebagai pencapaian dan prestasi kerja Bupati Simon yang memimpin Kabupaten Malaka saat ini. “Kita apresiasi dan harus hargai,” ujarnya.

Karena, kata Ansy demikian akrab disapa Bupati Simon sudah memulai sesuatu dalam pembangunan di bidang pertanian. “Ada bukti. Buktinya apa, beras Nona Malaka dan Fore Lakateu. Ini artinya, Bupati Simon tidak hanya omong besar, tapi berpikir besar dan bertindak besar. Dia (red, Bupati Simon) pioner dan perintis, bukan pengikut,” kata Ansy sambil mengakui Bupati Simon sebagai pekerja keras yang membangun jejaring kerja baik tingkat lokal, nasional maupun internasional. (pyn)