Betun, KontasMalaka.com– Perjumpaan Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH dan Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta berbuah hasil. Kunjungan Sekretaris Negara Urusan Kebudayaan, George Soares Cristavao dan rombongan dalam rangka undangan pelaksanaan Festival Bersama Budaya di Perbatasan RI-Timor Leste.

Bupati Simon dalam sambutannya pada rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Malaka, Rabu (13/9/23) mengatakan pelestarian budaya dan adat-istiadat sebagai salah satu program kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Malaka. Itulah sebabnya, Pemkab Malaka memenuhi undangan acara Wonderful East Nusa Tenggara Timor Leste-Indonesia.

Keterlibatan Pemkab Malaka dalam momen tersebut sehubungan dengan pelestarian budaya. “Dalam acara itu, kita bawa Tarian Bidu Tais Mutin,” kata Bupati Simon mengingatkan acara Wonderful East Nusa Tenggara yang berlangsung di Delta Nova Hall Dili, 30 Juli 2023 lalu.

Terkait Festival Budaya Perbatasan, kata Bupati Simon juga sama halnya sangat bernilai positif bagi Kabupaten Malaka, teras depan NKRI dan Timor Leste, karena satu daratan dan satu budaya. Warga Timor Leste dan warga Timor Barat di Malaka memiliki hubungan kekeluargaan.

Budaya sebagai aspek yang kuat mempersatukan. “Diplomasi budaya mengalahkan diplomasi lainnya. Maka gagasan untuk mempersatukan masyarakat perbatasan menjadi sesuatu yang sangat urgen,” kata Bupati Simon.

Pemkab Malaka menyambut baik festival budaya dengan senang hati. Sebagai warga perbatasan, tentu akan menghadiri festival tersebut untuk membangun diplomasi dan rekonsiliasi agar masyarakat perbatasan hidup dalam suasana damai.

Pada kesempatan yang sama Sekretaris Negara Urusan Kebudayaan Timor Leste, George Soares Cristavao mengatakan Festival Budaya Perbatasan dilaksanakan dalam rangka mempererat hubungan kekerabatan dan persaudaraan antar warga di perbatasan RI-Timor Leste.

Festival tersebut akan berlangsung pada Oktober mendatang di Distric Maliana. Kegiatan tersebut sebenarnya Timor Leste menginginkan adanya hubungan yang baik dan kondusif antara wilayah-wilayah yang berbatasan langsung antara Indonesia dan Timor Leste.

“Kita masih saudara karena budaya, bahasa serta karakteristik yang masih sama. Kita terpisah karena batas administrasi saja. Karena itu kami harapkan agar hubungan baik ini terus dijalin dengan berbagai cara termasuk di dalamnya seni dan budaya,” kata George Soares Cristovao.

Bahkan Sekretaris Negara Timor Leste menegaskan festival budaya sebagai upaya rekonsiliasi yang total dan utuh. “Kami menyadari bahwa harus ada rekonsiliasi yang terus dibangun untuk mempersatukan saudara-saudara yang pernah terpisah. Rekonsiliasi yang penuh dengan kedamaian dan kekeluargaan,” lanjutnya. (pyn)