Betun, KontasMalaka.com– Dinas Pertanian Kabupaten Malaka terus berupaya melakukan terobosan dan inovasi dalam melaksanakan Program SAKTI kepemimpinan Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH. Produksi beras Nona Malaka untuk mendukung Program Swasembada Pangan dilaksanakan. Berikut ini data capaian kerja dan hasilnya.

Dalam konferensi pers di ruang rapat Bupati Malaka, Kamis (12/10/23), Kadis Pertanian Malaka, drh. Januaria Maria Seran menjelaskan padi varietas Ciherang yang ditanam untuk produksi beras Nona Malaka diintervensi di musim tanam satu pada 2022-2023 seluas 3. 500 hektar yang tersebar di enam wilayah kecamatan dan 32 desa yang dilakukan 291 kelompok tani (Poktan). Sedangkan, lahan yang diolah petani secara swadaya seluas 1. 329 hektar. Sehingga, total lahan yang diolah pada musim tanam satu pada tahun 2022 seluas 4. 829 hektar.

Pada musim tanam kedua tahun 2022, kata Kadis Yeni, demikian akrab dikenal pemerintah mengintervensi olah lahan secara gratis seluas 500 hektar. Dan luas lahan yang diolah petani secara swadaya seluas 555 hektar. Dan total lahan yang diolah pada musim tanam dua seluas 1. 055 hektar.

Pada musim tanam satu, produktivitas mencapai 6, 09 ton/ha. Dan pada musim tanam kedua sebesar 5, 47 ton/ha. Sehingga, total Gabah Kering Giling (GKG) yang dihasilkan pada musim tanam satu dan dua sebanyak 35.179 ton, yang jika dikonversi ke beras menjadi 22. 072 ton. Konsumsi beras dalam rumah tangga Provinsi NTT sebanyak 113, 38 kg/Kapita/Tahun. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Malaka pada tahun 2022 sebanyak 197.022 Jiwa, maka total kebutuhan beras di Kabupaten Malaka sebesar 22. 358 ton/tahun.

Dari gambaran diatas, lanjutnya dapat diketahui produksi beras di Malaka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sama dengan 22. 358 ton dikurangi produksi beras di Malaka sebanyak 22.072 ton. Itu berarti Kabupaten Malaka hanya mengalami kekurangan 286 ton beras.
Pola makan masyarakat di Malaka tidak hanya mengandalkan beras. Karena ada juga komoditi lain seperti jagung, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar dan Shorgum. Sehingga untuk kebutuhan pangan, masyarakat Malaka dalam konsep swasembada pangan tercukupi.

Khusus beras Nona Malaka pada musim tanam satu, tahun 2022/2023 seluas 3. 500 ha dengan produktivitas 4, 67 ton/ha, maka total GKB yang dihasilkan sebanyak 16. 345 ton yang dikonversi ke beras menjadi 10. 255 ton untuk produksi beras Nona Malaka. Total gabah yang ditimbang offtaker dari petani sebanyak 196. 466 kg (196,47 ton) dan GKG petani tersebut dibeli dengan harga Rp. 5. 500/kg. Gabah-gabah tersebut ditimbang Poktan yang diintervensi dengan bantuan pemerintah berupa benih, pupuk dan insektisida, yang tersebar di lima wilayah kecamatan. Total uang yang diterima petani dengan harga gabah Rp. 5. 500/kg, berjumlah Rp. 1.080.563.000. Per 11 Oktober 2023, beras Nona Malaka yang sudah diproduksi offtaker dan sudah beredar di pasar berjumlah 54,10 Ton. Beras Nona Malaka dijual dengan harga Rp. 13.000/kg.

Untuk diketahui, konferensi pers itu dihadiri langsung Bupati Simon, didampingi Sekda Malaka, Ferdinand Un Muti, S.Hut, M.Si, Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Umum, Rofinus Bau, SH, MM dan sejumlah pimpinan OPD diantaranya Inspektur Daerah, Remigius Leki, S.Kom, M.Si, Kadis Kesehatan, dr. Sri Charo Ulina, Kaban Pengelola Pendapatan dan Keuangan Daerah (BPKPD), Yosefina Bete Manek, S.Sos, M.Si, Kaban Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Romanus Seran, SE, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Januarius Boko, S.Ag, M.Sc, Kaban Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dr. Yohanes Bernando Seran, SH, M.Hum, Pelaksana Tugas Kadis Sosial, Marselina Klau, S.Ip, Pelaksana Tugas Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kladius Kapu, SE. Para pimpinan OPD tersebut dihadirkan sebagai narasumber program SAKTI. (pyn)