Betun, KontasMalaka.com– Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Malaka melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Program SAKTI kepemimpinan Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH tahun 2023.

Kadis PMD Kabupaten Malaka, Agustinus Nahak, S.Ip mengatakan monev sebagai proses pengumpulan data realisasi program kegiatan, pelaporan dan evaluasi capaian kinerja.

Tujuannya, kata Kadis Agustinus membuktikan sejauhmana pelaksanaan program, bagaimana faktor pendukung dan faktor penghambatnya agar ke depan Program SAKTI lebih berdaya guna dan berhasil guna.

Dikatakan, monev lapangan dilaksanakan secara berkala untuk mengawal kegiatan agar tetap on the track dan dapat dijadikan langkah deteksi dini apabila terdapat ketidaksesuaian antara pelaksanaan dengan perencanaan. “Seperti Program Insentif Fukun, apakah tepat sasaran atau tidak. Ini yang kita monev supaya lebih efektif dan efisien,” kata Kadis Agustinus kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (1/6/23).

Sementara itu, Sekretaris Dinas PMD menyampaikan monev dilaksanakan di 12 kecamatan yang diikuti 127 kepala desa. Dalam monev dihadirkan pula lima tokoh adat setiap desa yang berlangsung sejak 29 Mei hingga 12 Juni 2023.

Disebutkan, Program SAKTI mencakup Swasembada Pangan, Adat istiadat dan agama, Kualitas, Tata Kelola dan Infrastruktur. Setiap program memiliki brand tersendiri seperti Swasembada pangan dengan brand beras Nona Malaka. Adat istiadat dengan Insentif Fukun, Kualitas dengan Kartu Malaka Cerdas dan Kartu Malaka Sehat, Tata Kelola dengan Program Audit dan Infrastruktur dengan pembangunan pusat pemerintahan (Puspem). (pyn)